Thursday, March 4, 2010

Langkah 01: Menyiapkan File
1. Jalankan aplikasi PowerPoint®
(Start > All Programs > Microsoft Office > Microsoft Office PowerPoint 2003)

2. Klik menu File, lalu pilih Save As…

3. Di bagian file name, tulis nama file, dan kemudian klik tombol Save


Langkah 02: Menyiapkan Slide
Terdapat sedikit perbedaan antara slide untuk keperluan presentasi biasa dan slide untuk keperluan bahan ajar interaktif. Perbedaan itu terletak pada:
 Dalam slide presentasi biasa, menu konteks (klik-kanan) dan navigasi default dalam keadaan aktif.
 Dalam slide bahan ajar interaktif, baik menu konteks maupun navigasi default keduanya dikondisi dalam keadaan tidak aktif.
Berikut langkah-langkah menyiapkan slide bahan ajar interaktif:
1. Jalankan Microsoft PowerPoint®
2. Pilih layout Title Only.
3. Klik Slide Show > Set Up Show…

4. Pilih opsi Browsed at a kiosk (full screen), lalu klik OK.
5. Salin Slide 1 sebanyak kebutuhan

Misalnya diperlukan 6 slide, maka anda harus membuat 5 salinan Slide 1 (Ulangi perintah Paste sebanyak 5 kali)

6. Berikan judul pada tiap-tiap slide
a. Klik Slide 1
b. Klik placeholder bertuliskan Click to add title
c. Ketik teks Home sebagai judul dari Slide 1.
d. Klik diluar placeholder

e. Ulangi langkah (a) hingga (d) untuk memasukkan teks Author, Kompetensi Dasar, Indikator, Materi dan Evaluasi, masing-masing ke Slide 2, Slide 3, Slide 4, Slide 5 dan Slide 6.
Langkah 03: Menyiapkan Tombol
Tombol diperlukan sebagai navigasi menuju ke bagian-bagian lain dalam bahan ajar interaktif anda. PowerPoint® menyediakan Toolbar Drawing untuk keperluan menggambar obyek.



1. Pastikan bahwa anda sedang berada di Slide 1.
2. Klik AutoShapes > Basic Shapes > Rounded Rectangle

3. Drag didalam slide sehingga terbentuk bangun persegi-panjang

4. Mengatur-ulang bentuk obyek

5. Menerapkan efek isian (fill effect)
Tujuan dari efek isian (fill effect) ini adalah supaya obyek tombol tampak lebih realistik.



6. Penambahan teks
a. Klik-kanan tepat pada obyek tombol
b. Pilih menu Add Text
c. Ketik teks Home
d. Bila diperlukan, berilah efek cetak tebal (Bold) dan efek bayangan (Shadow) terhadap teks itu.
e. Klik diluar obyek tombol

7. Penyalinan obyek
a. Pilih obyek tombol
b. Klik icon Copy pada toolbar standard, lalu klik icon Paste

c. Buatlah 5 buah salinan (klik icon Paste sebanyak 5 kali)

8. Penempatan obyek tombol
Lakukan drag satu-per-satu untuk mengatur penempatan obyek-obyek tombol. Misalnya, tombol-tombol ditempatkan di sisi kiri slide berderet secara vertika. Anda bisa juga menggeser posisi obyek tombol menggunakan anak panah pada keyboard.

Lakukan penggantian teks untuk setiap tombol:

Langkah 04: Menyisipkan Hyperlink
Apa itu Hyperlink? Didalam Microsoft PowerPoint, hyperlink adalah suatu koneksi dari satu slide ke slide lain, halaman web, file, atau custom show. Hyperlnk itu sendiri dapat berupa teks, obyek atau WordArt.
Yang akan kita buat saat ini adalah hyperlink berupa obyek, dengan kata lain hyperlink tersebut disisipkan ke sebuah obyek (tombol).
1. Pilih tombol Home.

2. Klik icon Insert Hyperlink pada toolbar standard


3. Di bagian Link to, pilih Place in This Document
4. Di bagian Select a place in this document, pilih slide Home
5. Klik OK
6. Ulangi langkah (1) hingga (5) untuk menyisipkan hyperlink ke tombol-tombol lainnya sehingga setiap tombol mengkait ke slide-slide yang bersesuaian.
• Tombol Author  Slide Author
• Tombol SK/KD  Slide Kompetensi Dasar
• Tombol Indikator  Slide Indikator
• Tombol Materi  Slide Materi
• Tombol Evaluasi  Slide Evaluasi
7. Menyisipkan efek animasi
Guna mendukung kesan realistik pada tombol yang sudah dibentuk oleh efek isian (fill effect), perlu diberikan pula efek animasi.
a. Pilih tombol Home
b. Klik menu Slide Show, lalu pilih Action Setting…

c. Pastikan tab Mouse Click dalam keadaan terpilih.
d. Klik opsi Highlight click
e. Klik tab Mouse Over
f. Klik opsi Highlight when mouse over
g. Klik OK
Dengan cara yang sama anda bisa memberikan efek animasi untuk tombol-tombol yang lain.
Anda bisa saksikan hasil dari efek animasi ini dengan cara:
• Klik menu Slide Show, lalu pilih View Show
• Geser pointer Mouse melintasi beberapa tombol
• Klik salah satu tombol
• Tekan ESC
Langkah 05: Pengaturan Navigasi
1. Menyalin tombol-tombol navigasi ke setiap slide
a. Pilih seluruh tombol pada slide Home

b. Klik icon Copy pada toolbar standard
c. Pilih slide Author, lalu klik icon Paste
d. Pilih slide SK/KD, lalu klik icon Paste
e. Pilih slide Indikator, lalu klik icon Paste
f. Pilih slide Materi, lalu klik icon Paste
g. Pilih slide Evaluasi, lalu klik icon Paste
Sekarang, seluruh slide sudah dilengkapi dengan tombol navigasi.
2. Penyesuaian hyperlink
Hyperlink pada tombol tertentu didalam slide tertentu perlu dihapus karena tidak diperlukan. Sebagai contoh, hyperlink tombol Home didalam slide Home perlu ditiadakan. Mengapa? Karena misal ketika kita berada di slide Home maka mengklik tombol Home akan membawa kita ke slide Home itu sendiri. Bukankah kita sudah berada di slide Home saat itu?
a. Pilih tombol Home didalam slide Home
b. Klik icon Insert Hyperlink pada toolbar standard
c. Klik tab Mouse Click (jika belum terbuka)
d. Pilih opsi None
e. Uncheck opsi Highlight click
f. Klik tab Mouse Over
g. Uncheck opsi Highlight when mouse over
h. Klik OK

i. Pilih tombol Home (didalam slide Home)
j. Klik icon Fill Color pada toolbar Drawing

k. Ulangi langkah (a) hingga (j) untuk:
• Tombol Author didalam slide Author
• Tombol SK/KD didalam slide Kompetensi Dasar
• Tombol Indikator didalam slide Indikator
• Tombol Materi didalam slide Materi
• Tombol Evaluasi didalam slide Evaluasi
/.;l]'[
\}|/
Langkah 01: Menyiapkan File
1. Jalankan aplikasi PowerPoint®
(Start > All Programs > Microsoft Office > Microsoft Office PowerPoint 2003)

2. Klik menu File, lalu pilih Save As…

3. Di bagian file name, tulis nama file, dan kemudian klik tombol Save


Langkah 02: Menyiapkan Slide
Terdapat sedikit perbedaan antara slide untuk keperluan presentasi biasa dan slide untuk keperluan bahan ajar interaktif. Perbedaan itu terletak pada:
 Dalam slide presentasi biasa, menu konteks (klik-kanan) dan navigasi default dalam keadaan aktif.
 Dalam slide bahan ajar interaktif, baik menu konteks maupun navigasi default keduanya dikondisi dalam keadaan tidak aktif.
Berikut langkah-langkah menyiapkan slide bahan ajar interaktif:
1. Jalankan Microsoft PowerPoint®
2. Pilih layout Title Only.
3. Klik Slide Show > Set Up Show…

4. Pilih opsi Browsed at a kiosk (full screen), lalu klik OK.
5. Salin Slide 1 sebanyak kebutuhan

Misalnya diperlukan 6 slide, maka anda harus membuat 5 salinan Slide 1 (Ulangi perintah Paste sebanyak 5 kali)

6. Berikan judul pada tiap-tiap slide
a. Klik Slide 1
b. Klik placeholder bertuliskan Click to add title
c. Ketik teks Home sebagai judul dari Slide 1.
d. Klik diluar placeholder

e. Ulangi langkah (a) hingga (d) untuk memasukkan teks Author, Kompetensi Dasar, Indikator, Materi dan Evaluasi, masing-masing ke Slide 2, Slide 3, Slide 4, Slide 5 dan Slide 6.
Langkah 03: Menyiapkan Tombol
Tombol diperlukan sebagai navigasi menuju ke bagian-bagian lain dalam bahan ajar interaktif anda. PowerPoint® menyediakan Toolbar Drawing untuk keperluan menggambar obyek.



1. Pastikan bahwa anda sedang berada di Slide 1.
2. Klik AutoShapes > Basic Shapes > Rounded Rectangle

3. Drag didalam slide sehingga terbentuk bangun persegi-panjang

4. Mengatur-ulang bentuk obyek

5. Menerapkan efek isian (fill effect)
Tujuan dari efek isian (fill effect) ini adalah supaya obyek tombol tampak lebih realistik.



6. Penambahan teks
a. Klik-kanan tepat pada obyek tombol
b. Pilih menu Add Text
c. Ketik teks Home
d. Bila diperlukan, berilah efek cetak tebal (Bold) dan efek bayangan (Shadow) terhadap teks itu.
e. Klik diluar obyek tombol

7. Penyalinan obyek
a. Pilih obyek tombol
b. Klik icon Copy pada toolbar standard, lalu klik icon Paste

c. Buatlah 5 buah salinan (klik icon Paste sebanyak 5 kali)

8. Penempatan obyek tombol
Lakukan drag satu-per-satu untuk mengatur penempatan obyek-obyek tombol. Misalnya, tombol-tombol ditempatkan di sisi kiri slide berderet secara vertika. Anda bisa juga menggeser posisi obyek tombol menggunakan anak panah pada keyboard.

Lakukan penggantian teks untuk setiap tombol:

Langkah 04: Menyisipkan Hyperlink
Apa itu Hyperlink? Didalam Microsoft PowerPoint, hyperlink adalah suatu koneksi dari satu slide ke slide lain, halaman web, file, atau custom show. Hyperlnk itu sendiri dapat berupa teks, obyek atau WordArt.
Yang akan kita buat saat ini adalah hyperlink berupa obyek, dengan kata lain hyperlink tersebut disisipkan ke sebuah obyek (tombol).
1. Pilih tombol Home.

2. Klik icon Insert Hyperlink pada toolbar standard


3. Di bagian Link to, pilih Place in This Document
4. Di bagian Select a place in this document, pilih slide Home
5. Klik OK
6. Ulangi langkah (1) hingga (5) untuk menyisipkan hyperlink ke tombol-tombol lainnya sehingga setiap tombol mengkait ke slide-slide yang bersesuaian.
• Tombol Author  Slide Author
• Tombol SK/KD  Slide Kompetensi Dasar
• Tombol Indikator  Slide Indikator
• Tombol Materi  Slide Materi
• Tombol Evaluasi  Slide Evaluasi
7. Menyisipkan efek animasi
Guna mendukung kesan realistik pada tombol yang sudah dibentuk oleh efek isian (fill effect), perlu diberikan pula efek animasi.
a. Pilih tombol Home
b. Klik menu Slide Show, lalu pilih Action Setting…

c. Pastikan tab Mouse Click dalam keadaan terpilih.
d. Klik opsi Highlight click
e. Klik tab Mouse Over
f. Klik opsi Highlight when mouse over
g. Klik OK
Dengan cara yang sama anda bisa memberikan efek animasi untuk tombol-tombol yang lain.
Anda bisa saksikan hasil dari efek animasi ini dengan cara:
• Klik menu Slide Show, lalu pilih View Show
• Geser pointer Mouse melintasi beberapa tombol
• Klik salah satu tombol
• Tekan ESC
Langkah 05: Pengaturan Navigasi
1. Menyalin tombol-tombol navigasi ke setiap slide
a. Pilih seluruh tombol pada slide Home

b. Klik icon Copy pada toolbar standard
c. Pilih slide Author, lalu klik icon Paste
d. Pilih slide SK/KD, lalu klik icon Paste
e. Pilih slide Indikator, lalu klik icon Paste
f. Pilih slide Materi, lalu klik icon Paste
g. Pilih slide Evaluasi, lalu klik icon Paste
Sekarang, seluruh slide sudah dilengkapi dengan tombol navigasi.
2. Penyesuaian hyperlink
Hyperlink pada tombol tertentu didalam slide tertentu perlu dihapus karena tidak diperlukan. Sebagai contoh, hyperlink tombol Home didalam slide Home perlu ditiadakan. Mengapa? Karena misal ketika kita berada di slide Home maka mengklik tombol Home akan membawa kita ke slide Home itu sendiri. Bukankah kita sudah berada di slide Home saat itu?
a. Pilih tombol Home didalam slide Home
b. Klik icon Insert Hyperlink pada toolbar standard
c. Klik tab Mouse Click (jika belum terbuka)
d. Pilih opsi None
e. Uncheck opsi Highlight click
f. Klik tab Mouse Over
g. Uncheck opsi Highlight when mouse over
h. Klik OK

i. Pilih tombol Home (didalam slide Home)
j. Klik icon Fill Color pada toolbar Drawing

k. Ulangi langkah (a) hingga (j) untuk:
• Tombol Author didalam slide Author
• Tombol SK/KD didalam slide Kompetensi Dasar
• Tombol Indikator didalam slide Indikator
• Tombol Materi didalam slide Materi
• Tombol Evaluasi didalam slide Evaluasi
/.;l]'[
\}|/

Tuesday, February 23, 2010

Media Pembelajaran Powerpoint Matematika

Bapak, Ibu, Anakku yang memerlukan media pembelajaran powerpoint matematika silahkan unduh di halaman download blog ini!

Media Pembelajaran Powerpoint Matematika

Bapak, Ibu, Anakku yang memerlukan media pembelajaran powerpoint matematika silahkan unduh di halaman download blog ini!

Media Pembelajaran Powerpoint Matematika

Bapak, Ibu, Anakku yang memerlukan media pembelajaran powerpoint matematika silahkan unduh di halaman download blog ini!

Friday, February 12, 2010

KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA ONLINE DAN OFFLINE

Sekarang kita tidak sulit lagi untuk membawa kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang tebal dan agak merepotkan. Kemudahan lain yang didapat, kita tidak usah  membuka halaman per halaman jika akan mencari arti dari sebuah kata. Bagai mana caranya? Silahkan coba klik saja:




Bagaimana solusinya kalau tidak ada jaringan internet? Jangan khawatir masih ada cara lain, kita bisa menggunakan KBBI offline yang tetap akan memudahkankan dibanding dengan menggotong kamus aslinya. Penasaran? Download segera, klik gambar kamus di bawah ini.






KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA ONLINE DAN OFFLINE

Sekarang kita tidak sulit lagi untuk membawa kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang tebal dan agak merepotkan. Kemudahan lain yang didapat, kita tidak usah  membuka halaman per halaman jika akan mencari arti dari sebuah kata. Bagai mana caranya? Silahkan coba klik saja:




Bagaimana solusinya kalau tidak ada jaringan internet? Jangan khawatir masih ada cara lain, kita bisa menggunakan KBBI offline yang tetap akan memudahkankan dibanding dengan menggotong kamus aslinya. Penasaran? Download segera, klik gambar kamus di bawah ini.






Wednesday, December 30, 2009

MENGAJAR ITU SAMA DENGAN BELAJAR

Ada korelasi positif terhadap peningkatan kompetensi bagi seorang pengajar yang sering memberikan ceramah pada seminar, atau mengajar pada pendidikan di berbagai perusahaan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? 1. Pengajar berperan sebagai fasilitator Mengajar orang dewasa tentu berbeda dengan mengajar pada anak kecil, maupun mengajar pada mahasiswa. Pendidikan bagi orang dewasa, harus dibuat sedemikian rupa, sehingga situasi kelas tidak membosankan, dan ada komunikasi dua arah. Di satu sisi pengajar harus menguasai materi yang disampaikan, dan bertindak sebagai fasilitator, dan harus pandai menangkap sifat kelas yang diberikan pengajaran pada saat itu. Ada kelas yang partisipannya begitu menonjol, aktif dan banyak diskusi, disini peran pengajar hampir mirip fasilitator atau moderator, namun kita juga harus mampu mengarahkan kelas agar tak terjadi debat kusir. Pada kelas yang aktif, banyak pertanyaan tak terduga, dan kadang-kadang pengajar sendiri belum mengetahui jawaban yang tepat. Jika ini terjadi, diperlukan seorang pengajar yang bijaksana, sehingga tidak terkesan bahwa pengajar tidak mampu menguasai kelas. 2. Buat perencanaan yang matang Persiapan yang matang akan sangat menunjang keberhasilan dalam menyampaikan pengajaran. Pengajar yang baik, akan mempersiapkan bahan ajar, dengan kedalaman materi sesuai tujuan yang akan dicapai. Pengajar juga harus menguasai teknologi agar penyampaian bahan ajar menarik. Apabila bahan ajar telah siap, pengajar mempersiapkan berbagai alternatif kemungkinan. Misalkan, dengan menyiapkan berbagai jenis latihan, dengan tingkat kedalaman berbeda, sehingga kelas seperti apapun bisa dikuasai. Merupakan hal yang biasa, bahwa saat kita ditunjuk sebagai pengajar, persepsi di awal sangat berbeda dengan keadaan/kenyataan yang ada di kelas, sehingga pengajar harus bisa menyesuaikan diri. Pengajar juga harus mandiri, karena jika ditunjuk sebagai pengajar, apalagi jika pendidikan dilaksanakan diluar kota, maka pada umumnya lembaga yang didatangi hanya menyediakan fasilitator, yang berfungsi mengatur dan mengontrol terselenggaranya pendidikan di kelas. Sedangkan hal-hal lain, seperti mempersiapkan bahan ajar, sampai penayangan di depan kelas, benar-benar harus dapat dilaksanakan oleh pengajar itu sendiri tanpa bantuan pihak lain.

Selanjutnya..... 3. Evaluasi Pada umumnya honor pengajar “sangat memadai” sehingga pihak penyelenggara ingin mendapatkan hasil sebaik-baiknya. Apabila hasil evaluasi dari para partisipan di kelas, ternyata kurang memenuhi harapan, maka pengajar tadi tidak akan dipakai lagi. Oleh karena itu pengajar harus berusaha sebaik-baiknya agar dapat menyampaikan pengajaran sesuai yang diharapkan pihak penyelenggara. 4. Bertambah teman, serta pengalaman. Mengajar orang dewasa, risikonya memang mereka mudah bosan, namun ada sisi enaknya, karena rata-rata partisipan telah mempunyai jabatan tertentu, sehingga akan menambah kenalan. Dan apabila kita sering diundang mengajar diberbagai kota, maka kita akan mempunyai teman-teman yang berkesinambungan, karena dengan adanya alat komunikasi yang semakin canggih, hubungan tadi akan dapat berjalan terus baik melalui sms, email, telepon dan lain-lain. Yang paling menyenangkan bagi pengajar, kita akan mendapat pengalaman yang berharga, menjadi kenal budaya/kultur perusahaan para partisipan tersebut, budaya daerah yang kita datangi, dan sering kita mendapat kesempatan mengunjungi daerah wisata selepas kegiatan mengajar. 5. Mengajar memaksa kita untuk belajar terus menerus. Ada keuntungan yang tak terlihat apabila kita sering mengajar. Apabila mengajar, pada umumnya satu kelas terdiri dari 20 orang dengan latar belakang yang berbeda. Kemungkinan pengajar hanya memberikan satu materi pelajaran, namun akan mendapat feed back dari 20 orang. Pada saat istirahat, pengajar dapat terlibat diskusi yang hangat dengan peserta, bahkan dengan peserta yang paling pendiam. Dari pengalaman mengajar, pertanyaan sering datang hanya dari beberapa partisipan saja, namun begitu istirahat, yang belum bertanya akan mengerumuni pengajar. Jika waktu kurang, pembahasan bisa terjadi diluar kelas, kemungkinan di lobi gedung pendidikan/hotel, dan disinilah kita banyak memperoleh masukan yang sangat berharga. Sumber: blog edratna