Wednesday, December 30, 2009

MENGAJAR ITU SAMA DENGAN BELAJAR

Ada korelasi positif terhadap peningkatan kompetensi bagi seorang pengajar yang sering memberikan ceramah pada seminar, atau mengajar pada pendidikan di berbagai perusahaan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? 1. Pengajar berperan sebagai fasilitator Mengajar orang dewasa tentu berbeda dengan mengajar pada anak kecil, maupun mengajar pada mahasiswa. Pendidikan bagi orang dewasa, harus dibuat sedemikian rupa, sehingga situasi kelas tidak membosankan, dan ada komunikasi dua arah. Di satu sisi pengajar harus menguasai materi yang disampaikan, dan bertindak sebagai fasilitator, dan harus pandai menangkap sifat kelas yang diberikan pengajaran pada saat itu. Ada kelas yang partisipannya begitu menonjol, aktif dan banyak diskusi, disini peran pengajar hampir mirip fasilitator atau moderator, namun kita juga harus mampu mengarahkan kelas agar tak terjadi debat kusir. Pada kelas yang aktif, banyak pertanyaan tak terduga, dan kadang-kadang pengajar sendiri belum mengetahui jawaban yang tepat. Jika ini terjadi, diperlukan seorang pengajar yang bijaksana, sehingga tidak terkesan bahwa pengajar tidak mampu menguasai kelas. 2. Buat perencanaan yang matang Persiapan yang matang akan sangat menunjang keberhasilan dalam menyampaikan pengajaran. Pengajar yang baik, akan mempersiapkan bahan ajar, dengan kedalaman materi sesuai tujuan yang akan dicapai. Pengajar juga harus menguasai teknologi agar penyampaian bahan ajar menarik. Apabila bahan ajar telah siap, pengajar mempersiapkan berbagai alternatif kemungkinan. Misalkan, dengan menyiapkan berbagai jenis latihan, dengan tingkat kedalaman berbeda, sehingga kelas seperti apapun bisa dikuasai. Merupakan hal yang biasa, bahwa saat kita ditunjuk sebagai pengajar, persepsi di awal sangat berbeda dengan keadaan/kenyataan yang ada di kelas, sehingga pengajar harus bisa menyesuaikan diri. Pengajar juga harus mandiri, karena jika ditunjuk sebagai pengajar, apalagi jika pendidikan dilaksanakan diluar kota, maka pada umumnya lembaga yang didatangi hanya menyediakan fasilitator, yang berfungsi mengatur dan mengontrol terselenggaranya pendidikan di kelas. Sedangkan hal-hal lain, seperti mempersiapkan bahan ajar, sampai penayangan di depan kelas, benar-benar harus dapat dilaksanakan oleh pengajar itu sendiri tanpa bantuan pihak lain.

Selanjutnya..... 3. Evaluasi Pada umumnya honor pengajar “sangat memadai” sehingga pihak penyelenggara ingin mendapatkan hasil sebaik-baiknya. Apabila hasil evaluasi dari para partisipan di kelas, ternyata kurang memenuhi harapan, maka pengajar tadi tidak akan dipakai lagi. Oleh karena itu pengajar harus berusaha sebaik-baiknya agar dapat menyampaikan pengajaran sesuai yang diharapkan pihak penyelenggara. 4. Bertambah teman, serta pengalaman. Mengajar orang dewasa, risikonya memang mereka mudah bosan, namun ada sisi enaknya, karena rata-rata partisipan telah mempunyai jabatan tertentu, sehingga akan menambah kenalan. Dan apabila kita sering diundang mengajar diberbagai kota, maka kita akan mempunyai teman-teman yang berkesinambungan, karena dengan adanya alat komunikasi yang semakin canggih, hubungan tadi akan dapat berjalan terus baik melalui sms, email, telepon dan lain-lain. Yang paling menyenangkan bagi pengajar, kita akan mendapat pengalaman yang berharga, menjadi kenal budaya/kultur perusahaan para partisipan tersebut, budaya daerah yang kita datangi, dan sering kita mendapat kesempatan mengunjungi daerah wisata selepas kegiatan mengajar. 5. Mengajar memaksa kita untuk belajar terus menerus. Ada keuntungan yang tak terlihat apabila kita sering mengajar. Apabila mengajar, pada umumnya satu kelas terdiri dari 20 orang dengan latar belakang yang berbeda. Kemungkinan pengajar hanya memberikan satu materi pelajaran, namun akan mendapat feed back dari 20 orang. Pada saat istirahat, pengajar dapat terlibat diskusi yang hangat dengan peserta, bahkan dengan peserta yang paling pendiam. Dari pengalaman mengajar, pertanyaan sering datang hanya dari beberapa partisipan saja, namun begitu istirahat, yang belum bertanya akan mengerumuni pengajar. Jika waktu kurang, pembahasan bisa terjadi diluar kelas, kemungkinan di lobi gedung pendidikan/hotel, dan disinilah kita banyak memperoleh masukan yang sangat berharga. Sumber: blog edratna

Monday, December 28, 2009

Berpikir Positif

Menjaga semangat selalu tetap positif memang latihan yang terus menerus. Semangat positif intinya hanya akan diperoleh dengan menjaga pikiran kita selalu kea rah positif. Ketika kita mulai mengalami kejenuhan dan kebosanan bisa jadi semangat mengendur, untuk itu berusahalah selalu mengarahkan pikiran agar tetap positif, caranya perhatikan beberapa tips berikut ini: 1. Pilihlah salah satu kata-kata bijak yang dapat mempengaruhi semangat dan motivasi Anda. Boleh ambil dari kata-kata mutiara dari orang-orang terkenal misalnya, atau dari mana saja. Kalau perlu tulis dan tempatkan tulisan ini di tempat yang mudah Anda baca setiap harinya. Baca dan camkanlah kutipan kata-kata motivasi itu. Jadikanlah isi dari setiap kutipan tersebut menjadi bagian pemikiran Anda sehingga mampu membangkitkan semangat motivasi Anda. 2. Berusahalah bertemu dan bergaul dengan orang-orang yang memiliki semangat positif. Hindari lingkungan yang cenderung mempengarungi menurunnya semangat anda atau mempengaruhi kebosanan Anda. Bertemu dan berdiskusilah dengan mereka yang memiliki semangat tinggi dan positif. Semangat positif itu menular, dengan Anda bertemu, bergaul dan berdisuksi dengan orang-orang positif, anda akan tertular kembali semnagat positif. 3. Hapuslah kata-kata “tidak dapat,”, “tidak bisa”, “malas”, “tidak bersemangat” atau kata-kata lain yang senada dari pikiran Anda. Buanglah jauh-jauh kata-kata yang intinya dapat melemahkan semangat Anda. Usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan. 4. Mulailah hari dengan bersikaplah positif. Tanamkan keyakinan dalam hati Anda bahwa setiap orang yang anda temui sesungguhnya memiliki sisi positif dan perlakukanlah mereka dengan sikap positif juga. Misalnya tersenyumlah ketika bertemu dengan orang lain, mengucapkan salam dengan ramah, melayani mereka dengan baik, dll. Anda pasti akan heran melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini anda anggap biasa saja. Hal ini akan dapat membangkitkan kembali semangat dan sikap positif Anda. 5. Carilah suatu kesempatan untuk bisa berbagi dan memberi kepada orang lain dengan tulus dan ikhlas. Memberi tidak harus dengan harta benda, bisa dengan membagi ilmu yang anda miliki, berbagi keramahan atau apapun yang bisa Anda lakukan untuk orang lain. Lakukanlah suatu yang khusus pada siapa saja termasuk mungkin pasangan Anda, orang tua Anda, sahabat Anda ataupun anak-anak Anda. Bahkan kalau memungkinkan berusahalah berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal sekalipun. Ini akan menjadikan hidup anda lebih berarti dan membangkitkan semangat positif Anda. 6. Pahami kehendak hati atau tujuan yang ingin Anda raih dalam kehidupan. Kemudian lakukan sesuai dengan kehendak hati Anda. Dengan menemukan kembali kehendak hati, anda akan menemukan kecintaan yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi positif Anda. 7. Bersyukurlah kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan berkah yang sudah anda terima sampai detik ini. Sekali lagi bersyukurlah dan perbanyaklah bersyukur kepada Allah atas segala karunianya, kesehatan yang anda miliki, keluarga yang anda miliki, pekerjaan anda saat ini, karier anda saat ini dan lain sebagainya. Perasaan bersyukur akan mendamaikan hati dan dapat membangkitkan kembali semangat dan motivasi dari dalam diri. SEMOGA BERMANFAAT

Tuesday, December 15, 2009

Menganalisis Butir Soal

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis. Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan, peringkasan, dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian. Tujuan penelaahan adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan. Soal yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat-tepatnya sesuai dengan tujuannya di antaranya dapat menentukan peserta didik mana yang sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan guru. Dalam melaksanakan analisis butir soal, para penulis soal dapat menganalisis secara kualitatif, dalam kaitan dengan isi dan bentuknya, dan kuantitatif dalam kaitan dengan ciri-ciri statistiknya. Analisis kualitatif mencakup pertimbangan validitas isi dan konstruk, sedangkan analisis kuantitatif mencakup pengukuran kesulitan butir soal dan diskriminasi soal yang termasuk validitas soal dan reliabilitasnya. Jadi, ada dua cara yang dapat digunakan dalam penelaahan butir soal yaitu penelaahan soal secara kualitatif dan kuantitatif. Kedua teknik ini masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Oleh karena itu teknik terbaik adalah menggunakan keduanya (penggabungan).


Kedua cara tersebut dapat dipelajari secara rinci dalam buku ini.

Menganalisis Butir Soal

Kegiatan menganalisis butir soal merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis. Kegiatan ini merupakan proses pengumpulan, peringkasan, dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian. Tujuan penelaahan adalah untuk mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum soal digunakan. Di samping itu, tujuan analisis butir soal juga untuk membantu meningkatkan tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada siswa apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan. Soal yang bermutu adalah soal yang dapat memberikan informasi setepat-tepatnya sesuai dengan tujuannya di antaranya dapat menentukan peserta didik mana yang sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan guru. Dalam melaksanakan analisis butir soal, para penulis soal dapat menganalisis secara kualitatif, dalam kaitan dengan isi dan bentuknya, dan kuantitatif dalam kaitan dengan ciri-ciri statistiknya. Analisis kualitatif mencakup pertimbangan validitas isi dan konstruk, sedangkan analisis kuantitatif mencakup pengukuran kesulitan butir soal dan diskriminasi soal yang termasuk validitas soal dan reliabilitasnya. Jadi, ada dua cara yang dapat digunakan dalam penelaahan butir soal yaitu penelaahan soal secara kualitatif dan kuantitatif. Kedua teknik ini masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Oleh karena itu teknik terbaik adalah menggunakan keduanya (penggabungan).


Kedua cara tersebut dapat dipelajari secara rinci dalam buku ini.

Wednesday, December 2, 2009

Meningkatkan Budaya Baca

Tentu kita masih percaya bahwa buku adalah jendela dunia, iklan di televisi sering menampilkan dan menekankan bahwa buku adalah jendela dunia. Buku merupakan kunci segala ilmu. Entah dari mana asal katakata bijak itu, tapi yang jelas kata‐kata itu sudah turun‐temurun kita dengar. Memang benar, dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan yang berasal dari mana saja dan kita bisa tahu keadaan atau peristiwa di mana saja. Jadi tepat bila buku adalah jendela dunia.

Meningkatkan Budaya Baca

Tentu kita masih percaya bahwa buku adalah jendela dunia, iklan di televisi sering menampilkan dan menekankan bahwa buku adalah jendela dunia. Buku merupakan kunci segala ilmu. Entah dari mana asal katakata bijak itu, tapi yang jelas kata‐kata itu sudah turun‐temurun kita dengar. Memang benar, dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan yang berasal dari mana saja dan kita bisa tahu keadaan atau peristiwa di mana saja. Jadi tepat bila buku adalah jendela dunia.

Monday, November 16, 2009

KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2010 SD, SMP/MTs, SMA/MA, SMK (Permendiknas No 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Tahun 2009/2010)

Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas –sebelum diganti oleh Mohammad Nuh– telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010, yakni:


Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).


Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).


Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).


Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).


Secara substansial, ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009, baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. Berikut ini petikannya:


Pasal 5 UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan. UN utama untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama.


Pasal 6 UN Ulangan untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010.


Pasal 7 Mata pelajaran yang diujikan pada UN: Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi; Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi; Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Asing lain yang diambil, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Sastra Indonesia; Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadis, dan Fikih; Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Teori Kejuruan; Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika; dan Mata Pelajaran UN SMP/MTs, dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).


Pasal 8 Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi. Pasal 20 (1) Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya; khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. (2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebelum pelaksanaan UN. (3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.


Sumber: mgmpsmp.co.cc

KISI-KISI UJIAN NASIONAL 2010 SD, SMP/MTs, SMA/MA, SMK (Permendiknas No 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Tahun 2009/2010)

Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas –sebelum diganti oleh Mohammad Nuh– telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010, yakni:


Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).


Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).


Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).


Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).


Secara substansial, ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009, baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. Berikut ini petikannya:


Pasal 5 UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan. UN utama untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama.


Pasal 6 UN Ulangan untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010.


Pasal 7 Mata pelajaran yang diujikan pada UN: Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi; Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi; Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Asing lain yang diambil, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Sastra Indonesia; Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadis, dan Fikih; Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Teori Kejuruan; Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika; dan Mata Pelajaran UN SMP/MTs, dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).


Pasal 8 Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi. Pasal 20 (1) Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya; khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. (2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebelum pelaksanaan UN. (3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.


Sumber: mgmpsmp.co.cc

Thursday, November 5, 2009

Kata Mutiara Pendidikan

Pendidikan bukan persiapan untuk hidup Pendidikan adalah hidup itu sendiri (John Dewey)


Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan generasi muda Untuk mendidik diri mereka sendiri seumur hidup mereka. (Robert Maynard Hutchins)


Pendidikan bukanlah sesuatu yang diperoleh seseorang, Tapi pendidikan adalah sebuah proses seumur hidup (Gloria Steinem)


Yang hebat didunia ini bukanlah tempat dimana kita berada Melainkan arah yang kita tuju (Oliver Wendell Holmes)


Arah yang diberikan pendidikan Untuk mengawali hidup seseorang akan menentukan masa depannya (Plato)


Murid yang dipersenjatai dengan informasi Akan selalu memenangkan pertempuran (Meladee McCarty)


Seorang Guru Menggandeng tangan, Membuka pikiran Menyentuh hati, Membentuk masa depan Seorang Guru berpengaruh selamanya Dia tidak pernah tahu kapan pengaruhnya berakhir (Henry Adam)


Kebajikan atau pengetahuan saja takkan cukup sebagai modal menjadi Guru Anugrah mengajar adalah bakat yang khas dan melibatkan kebutuhan Serta hasrat dalam diri sang Guru sendiri. (John Jay Chapman)


Salah satu tanda seorang pendidik yang hebat Adalah kemampuan memimpin murid-murid Menjelajahi tempat-tempat baru Yang bahkan belum pernah didatangi sang pendidik (Thomas Groome)


Mengajar berarti belajar lagi (Oliver Wendell Holmes)


Guru biasa memberitahukan Guru baik menjelaskan Guru ulung memeragakan Guru hebat mengilhami


(William Arthur Ward) Aku menyentuh masa depan. Aku mengajar (Christa McAuliffe)


Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda Tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan. ( Franklin D Roosevelt)


Kita tidak bisa mengajari orang apapun Kita hanya bisa membantu mereka menemukannya di dalam diri mereka (Galileo Galilei)


Jika kau memberi tahu mereka Mereka hanya akan melihat gerakan bibirmu Jika kau menunjukan kepada mereka Mereka akan tergoda untuk melakukannya sendiri (Maria Montessori)


Yang penting bukan bagaimana caramu hidup Tapi hidup siapa yang kamu ubah dengan hidupmu Seorang majikan bisa memberitahumu apa yang ia harapkan darimu Tapi seorang Guru membangkitkan pengharapanmu sendiri (Patricia Neal)


Seni mengajar dalah seni membantu penemuan (Mark Van Doren)


Aku bukan seorang Guru tapi seorang pembangkit (Robert Frost)


Tujuan mengajar adalah untuk membuat anak bisa maju tanpa Gurunya (Elbert Hubbard)


Jangan pernah meragukan keberhasilan Sekelompok kecil orang yang bertekad mengubah dunia Karena hanya kelompok seperti itulah yang pernah berhasil melakukannya (Margaret Mead)


Setiap orang berbakat di bidang tertentu Kita hanya harus menemukan apa bakatnya (Evelyn Blose Holman)


Aku bukan seoarang Guru hanya sesama musafir yang kau tanyai arah Aku menujuk ke arah depan—kedepan diriku sendiri dan ke depan dirimu (George Bernard Shaw)


Apa yang ingin dipelajari murid Sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan Guru (Lois E.LeBar)


Bertindaklah seolah apa yang kau lakukan membuat perbedaan Karena kenyataannya memang begitu Ajari murid-murid menggunakan bakat apapun yang mereka miliki. Hutan akan sunyi jika yang berkicau Hanyalah burung-burung yang paling merdu kicaunya Kita cemas akan jadi apa anak kita nantinya Namun kita lupa bahwa ia sudah jadi seseorang sekarang (Stacia Tusher)


Mengajar bukan profesi. Mengajar adalah kegemaran Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku adalah unsur penentu di dalam kelas. Pendekatan pribadikulah yang menciptakan iklimnya Suasana hatikulah yang membuat cuacanya. Sebagai seorang Guru, aku memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membuat hidup seseorang menderita atau gembira. Aku bisa menjadi alat penyiksa atau pemberi ilham, bisa bercanda atau mempermalukan, melukai atau menyembuhkan. Dalam semua situasi, reaksikulah yang menentukan apakah sebuah krisis akan memuncak atau mereda dan apakah seseorang akan diperlakukan sebagai manusia atau direndahkan. ( Haim Ginott)


Anak-anak di dalam kelas kita mutlak lebih penting daripada pelajaran yang kita ajarkan kepada mereka (Meladee McCArty)


Aku seorang Guru Guru adalah seorang pemimpin Tidak ada keajaiban dalam pekerjaanku Aku tidak berjalan di atas air Aku tidak membelah lautan Aku hanya mencintai anak-anak (Marva Collins)


Kau bisa membayar orang untuk mengajar tapi kau tak bisa membayar mereka untuk peduli (Marva Collins)


Salah satu hal yang bisa dilakukan seorang Guru adalah mengirim pulang seorang murid di siang hari dalam keadaan menyukai diri mereka sedikit lebih daripada ketika ia datang di pagi hari (Ernest Melby)


Anak-anak adalah sumber alam kita yang paling berharga (Herbert Hoover)


Setiap murid bisa belajar, hanya saja tidak pada hari yang sama atau dengan cara yang sama (George Evans)


Jika kau harus berteriak, lakukanlah untuk membangkitkan semangat seseorang Rahasia pendidikan adalah menghormati sang murid (Ralph Waldo Emerson)


Mengajari anak-anak berhitung memang bagus, tapi yang terbaik adalah mengajari mereka apa yang perlu diperhitungkan (Bob Talbert)

Kata Mutiara Pendidikan

Pendidikan bukan persiapan untuk hidup Pendidikan adalah hidup itu sendiri (John Dewey)


Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan generasi muda Untuk mendidik diri mereka sendiri seumur hidup mereka. (Robert Maynard Hutchins)


Pendidikan bukanlah sesuatu yang diperoleh seseorang, Tapi pendidikan adalah sebuah proses seumur hidup (Gloria Steinem)


Yang hebat didunia ini bukanlah tempat dimana kita berada Melainkan arah yang kita tuju (Oliver Wendell Holmes)


Arah yang diberikan pendidikan Untuk mengawali hidup seseorang akan menentukan masa depannya (Plato)


Murid yang dipersenjatai dengan informasi Akan selalu memenangkan pertempuran (Meladee McCarty)


Seorang Guru Menggandeng tangan, Membuka pikiran Menyentuh hati, Membentuk masa depan Seorang Guru berpengaruh selamanya Dia tidak pernah tahu kapan pengaruhnya berakhir (Henry Adam)


Kebajikan atau pengetahuan saja takkan cukup sebagai modal menjadi Guru Anugrah mengajar adalah bakat yang khas dan melibatkan kebutuhan Serta hasrat dalam diri sang Guru sendiri. (John Jay Chapman)


Salah satu tanda seorang pendidik yang hebat Adalah kemampuan memimpin murid-murid Menjelajahi tempat-tempat baru Yang bahkan belum pernah didatangi sang pendidik (Thomas Groome)


Mengajar berarti belajar lagi (Oliver Wendell Holmes)


Guru biasa memberitahukan Guru baik menjelaskan Guru ulung memeragakan Guru hebat mengilhami


(William Arthur Ward) Aku menyentuh masa depan. Aku mengajar (Christa McAuliffe)


Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda Tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan. ( Franklin D Roosevelt)


Kita tidak bisa mengajari orang apapun Kita hanya bisa membantu mereka menemukannya di dalam diri mereka (Galileo Galilei)


Jika kau memberi tahu mereka Mereka hanya akan melihat gerakan bibirmu Jika kau menunjukan kepada mereka Mereka akan tergoda untuk melakukannya sendiri (Maria Montessori)


Yang penting bukan bagaimana caramu hidup Tapi hidup siapa yang kamu ubah dengan hidupmu Seorang majikan bisa memberitahumu apa yang ia harapkan darimu Tapi seorang Guru membangkitkan pengharapanmu sendiri (Patricia Neal)


Seni mengajar dalah seni membantu penemuan (Mark Van Doren)


Aku bukan seorang Guru tapi seorang pembangkit (Robert Frost)


Tujuan mengajar adalah untuk membuat anak bisa maju tanpa Gurunya (Elbert Hubbard)


Jangan pernah meragukan keberhasilan Sekelompok kecil orang yang bertekad mengubah dunia Karena hanya kelompok seperti itulah yang pernah berhasil melakukannya (Margaret Mead)


Setiap orang berbakat di bidang tertentu Kita hanya harus menemukan apa bakatnya (Evelyn Blose Holman)


Aku bukan seoarang Guru hanya sesama musafir yang kau tanyai arah Aku menujuk ke arah depan—kedepan diriku sendiri dan ke depan dirimu (George Bernard Shaw)


Apa yang ingin dipelajari murid Sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan Guru (Lois E.LeBar)


Bertindaklah seolah apa yang kau lakukan membuat perbedaan Karena kenyataannya memang begitu Ajari murid-murid menggunakan bakat apapun yang mereka miliki. Hutan akan sunyi jika yang berkicau Hanyalah burung-burung yang paling merdu kicaunya Kita cemas akan jadi apa anak kita nantinya Namun kita lupa bahwa ia sudah jadi seseorang sekarang (Stacia Tusher)


Mengajar bukan profesi. Mengajar adalah kegemaran Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku adalah unsur penentu di dalam kelas. Pendekatan pribadikulah yang menciptakan iklimnya Suasana hatikulah yang membuat cuacanya. Sebagai seorang Guru, aku memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membuat hidup seseorang menderita atau gembira. Aku bisa menjadi alat penyiksa atau pemberi ilham, bisa bercanda atau mempermalukan, melukai atau menyembuhkan. Dalam semua situasi, reaksikulah yang menentukan apakah sebuah krisis akan memuncak atau mereda dan apakah seseorang akan diperlakukan sebagai manusia atau direndahkan. ( Haim Ginott)


Anak-anak di dalam kelas kita mutlak lebih penting daripada pelajaran yang kita ajarkan kepada mereka (Meladee McCArty)


Aku seorang Guru Guru adalah seorang pemimpin Tidak ada keajaiban dalam pekerjaanku Aku tidak berjalan di atas air Aku tidak membelah lautan Aku hanya mencintai anak-anak (Marva Collins)


Kau bisa membayar orang untuk mengajar tapi kau tak bisa membayar mereka untuk peduli (Marva Collins)


Salah satu hal yang bisa dilakukan seorang Guru adalah mengirim pulang seorang murid di siang hari dalam keadaan menyukai diri mereka sedikit lebih daripada ketika ia datang di pagi hari (Ernest Melby)


Anak-anak adalah sumber alam kita yang paling berharga (Herbert Hoover)


Setiap murid bisa belajar, hanya saja tidak pada hari yang sama atau dengan cara yang sama (George Evans)


Jika kau harus berteriak, lakukanlah untuk membangkitkan semangat seseorang Rahasia pendidikan adalah menghormati sang murid (Ralph Waldo Emerson)


Mengajari anak-anak berhitung memang bagus, tapi yang terbaik adalah mengajari mereka apa yang perlu diperhitungkan (Bob Talbert)