" Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal ya kariim "
Optimis, semangat, dan selalu berpikir positif. Jika kita tidak mampu hidup jadi beringin yang kuat dan kokoh, jadilah saja belukar tetapi yang menyuburkan tanah. Jika kita tidak mampu hidup seperti jalan raya beraspal, jadilah saja jalan setapak tetapi yang menuju mata air.
Tuesday, September 30, 2008
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
" Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal ya kariim "
SMS Lebaran
Untuk mengungkapkan ucapan lebaran atau idul fitri di zaman sekarang sangat mudah. Dahulu kita harus selalu bertemu dengan teman atau saudara, baru kita dapat mengungkapkannya. Di zaman kesejagatan sekarang, jika kita ingin mengungkapkan hal itu tinggal cari nomor, susun kata, dan kirim. Sampai deh ke rekan/atau saudara kita. Kadang kita agak bingung dalam mengungkapkan kata-kata tersebut. Bagi yang akan mencoba menggunakan ungkapan berikut, silahkan tinggal memilih saja mana yang cocok buat kita.
Jika hati sebening air jangan biarkan ia keruh. Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung. Jika hati seindah bulan, hiasi ia dengan iman. Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.
SMS Lebaran
Untuk mengungkapkan ucapan lebaran atau idul fitri di zaman sekarang sangat mudah. Dahulu kita harus selalu bertemu dengan teman atau saudara, baru kita dapat mengungkapkannya. Di zaman kesejagatan sekarang, jika kita ingin mengungkapkan hal itu tinggal cari nomor, susun kata, dan kirim. Sampai deh ke rekan/atau saudara kita. Kadang kita agak bingung dalam mengungkapkan kata-kata tersebut. Bagi yang akan mencoba menggunakan ungkapan berikut, silahkan tinggal memilih saja mana yang cocok buat kita.
Jika hati sebening air jangan biarkan ia keruh. Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung. Jika hati seindah bulan, hiasi ia dengan iman. Minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.
Monday, September 29, 2008
Peran Komputer bagi Pendidikan Anak
Pada awalnya komputer dititikberatkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa/anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya. |
Peran Komputer bagi Pendidikan Anak
Pada awalnya komputer dititikberatkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa/anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya. |
Mengapa anak sering berbohong?
Seorang Ibu yang mempunyai anak berumur 7 tahun sering mengeluh kepada tetangganya, kalau anaknya akhir-akhir ini sering berbohong kepadanya. Si anak sering membawa mainan dari sekolah. Ketika ditanya mainan itu dari mana, si anak menjawab kalau mainan itu diberikan oleh tetangga. Padahal mainan itu diambilnya dari sekolahnya. Mengapa si anak sampai berbohong kepada orangtuanya ? Kemungkinan besar hal tersebut terjadi karena adanya faktor pendorong dari diri anak. Mungkin ia menginginkan sebuah mainan tetapi orangtuanya tidak mau memberikannya. Atau mungkin karena si anak ingin mendapatkan perhatian lebih atau bisa jadi karena faktor lingkungan di rumah, sekolah maupun masyarakat yang membentuk karakter dan sifat tidak jujur pada anak. Untuk mencegah kasus-kasus seperti di atas terjadi, |
Mengapa anak sering berbohong?
Seorang Ibu yang mempunyai anak berumur 7 tahun sering mengeluh kepada tetangganya, kalau anaknya akhir-akhir ini sering berbohong kepadanya. Si anak sering membawa mainan dari sekolah. Ketika ditanya mainan itu dari mana, si anak menjawab kalau mainan itu diberikan oleh tetangga. Padahal mainan itu diambilnya dari sekolahnya. Mengapa si anak sampai berbohong kepada orangtuanya ? Kemungkinan besar hal tersebut terjadi karena adanya faktor pendorong dari diri anak. Mungkin ia menginginkan sebuah mainan tetapi orangtuanya tidak mau memberikannya. Atau mungkin karena si anak ingin mendapatkan perhatian lebih atau bisa jadi karena faktor lingkungan di rumah, sekolah maupun masyarakat yang membentuk karakter dan sifat tidak jujur pada anak. Untuk mencegah kasus-kasus seperti di atas terjadi, |
Wednesday, September 24, 2008
Budaya Menulis Siswa
Beberapa guru bahasa Indonesia sering mengeluh mengenai rendahnya minat siswa berpartisipasi dalam perlombaan kepenulisan, seperti lomba menulis cerpen, surat, dan karya tulis ilmiah remaja, sering terdengar. Mengapa anak didik tidak mempunyai kebiasaan menulis dan bagaimana sekolah harus menumbuhkembangkannya? Mengingat, menulis merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang dituntut dalam kurikulum.
Penyebab Budaya Menulis Tidak Berkembang
Ada anggapan keliru pada sebagian guru tentang aktivitas menulis. Anggapan itu turut menyebabkan budaya menulis pada anak didik tidak bisa berkembang. Pertama , menulis membutuhkan bakat khusus. Tentu, anggapan tersebut tidak benar. Banyak penulis yang sepakat, 90 persen kemampuan penulis dihasilkan lewat pembelajaran: latihan menulis dan latihan menulis. Hanya 10 persen yang terkait dengan faktor bakat. Itu adalah pendapat William Faulkner, penulis Amerika. Menurut Putu Wijaya, penulis Indonesia, faktor bakat berpengaruh tak lebih dari 5 persen. Itu berarti faktor bakat tidak cukup dominan mengarahkan seseorang menjadi penulis atau tidak. Justru faktor pembelajaranlah yang cukup dominan berpengaruh.
Budaya Menulis Siswa
Beberapa guru bahasa Indonesia sering mengeluh mengenai rendahnya minat siswa berpartisipasi dalam perlombaan kepenulisan, seperti lomba menulis cerpen, surat, dan karya tulis ilmiah remaja, sering terdengar. Mengapa anak didik tidak mempunyai kebiasaan menulis dan bagaimana sekolah harus menumbuhkembangkannya? Mengingat, menulis merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang dituntut dalam kurikulum.
Penyebab Budaya Menulis Tidak Berkembang
Ada anggapan keliru pada sebagian guru tentang aktivitas menulis. Anggapan itu turut menyebabkan budaya menulis pada anak didik tidak bisa berkembang. Pertama , menulis membutuhkan bakat khusus. Tentu, anggapan tersebut tidak benar. Banyak penulis yang sepakat, 90 persen kemampuan penulis dihasilkan lewat pembelajaran: latihan menulis dan latihan menulis. Hanya 10 persen yang terkait dengan faktor bakat. Itu adalah pendapat William Faulkner, penulis Amerika. Menurut Putu Wijaya, penulis Indonesia, faktor bakat berpengaruh tak lebih dari 5 persen. Itu berarti faktor bakat tidak cukup dominan mengarahkan seseorang menjadi penulis atau tidak. Justru faktor pembelajaranlah yang cukup dominan berpengaruh.