Sunday, August 24, 2008

INSTRUCTION MANUAL DAN SERVICE MANUAL

Instruction Manual Kenwood TH-234

Instruction Manual Kenwood TR-9130

Schema Manual Kenwood TR-9130

Service Manual Kenwood TR-9130

PENGINGAT WAKTU SHALAT

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Kalau kita sedang asyik bekerja atau melakukan aktivitas yang lain di komputer kadang kita sering lupa akan waktu. Nah, sekarang sepertinya tidak akan lagi kalau menggunakan pengingat waktu ini. Suara alarmnya berupa adzan yang bervariasi (Mekah, Madinah) Softwarenya kecil (SHOLU), menginstalnya mudah, dapat disesuaikan dengan waktu setempat lagi, dan yang penting bisa berbahasa Indonesia. Bagi yang ingin mencoba silahkan ambil di sini!

PENGINGAT WAKTU SHALAT

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Kalau kita sedang asyik bekerja atau melakukan aktivitas yang lain di komputer kadang kita sering lupa akan waktu. Nah, sekarang sepertinya tidak akan lagi kalau menggunakan pengingat waktu ini. Suara alarmnya berupa adzan yang bervariasi (Mekah, Madinah) Softwarenya kecil (SHOLU), menginstalnya mudah, dapat disesuaikan dengan waktu setempat lagi, dan yang penting bisa berbahasa Indonesia. Bagi yang ingin mencoba silahkan ambil di sini!

Friday, August 22, 2008

SEMINAR NASIONAL - PENINGKATAN PEDAGOGIK GURU MELALUI KARYA TULIS ILMIAH PELATIHAN KOMPETENSI (KTI)


BP-IKA UPI Bandung, Ikatan AIumi Pascasarjana UNPAD, dan RAHAYASA akan mengadakan SEMINAR NASIONAL - PENINGKATAN PEDAGOGIK GURU MELALUI KARYA TULIS ILMIAH PELATIHAN KOMPETENSI (KTI) di GOR INDOR PAJAJARAN BOGOR pada hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2008.



FORMULIR PENDAFTARAN DAN INFORMASI SELANJUTNYA DAPAT DIUNDUH DISINI!




SEMINAR NASIONAL - PENINGKATAN PEDAGOGIK GURU MELALUI KARYA TULIS ILMIAH PELATIHAN KOMPETENSI (KTI)


BP-IKA UPI Bandung, Ikatan AIumi Pascasarjana UNPAD, dan RAHAYASA akan mengadakan SEMINAR NASIONAL - PENINGKATAN PEDAGOGIK GURU MELALUI KARYA TULIS ILMIAH PELATIHAN KOMPETENSI (KTI) di GOR INDOR PAJAJARAN BOGOR pada hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2008.



FORMULIR PENDAFTARAN DAN INFORMASI SELANJUTNYA DAPAT DIUNDUH DISINI!




Mengenal Gaya Belajar Anak (0leh: Rahmi)

Ada lima gaya belajar yang dimiliki seorang anak, yaitu visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerakan), olfactory (penciuman), dan gustatory (pengecapan). Dari kelima gaya ini, yang paling sering digunakan adalah visual, auditori dan kinestetik. Bagaimana ciri-ciri anak dengan gaya belajar tersebut?


1. Visual.
Kekuatan belajar si kecil berdasarkan pada ingatan penglihatan.
Ciri-cirinya:
- Jika berbicara, gerakan bola matanya sering ke arah atas
- Nada suara cenderung tinggi
- Napasnya pendek (dangkal)
- Mengakses informasi dengan melihat ke atas.
- Tempo bicara cepat.Cara Belajar Si Visual:
- Lebih banyak membaca buku atau majalah
- Membuat grafik, diagram atau peta pemikiran
- Belajar dengan media komputer
- Membuat poster ringkasan pelajaran
- Flowchart, kartu kecil yang memudahkan untuk belajar dan dibawa
- Highlighting, memberikan warna-warni ceria pada catatan atau buku
- Memakai model atau benda yang terlihat, misalnya kerangka tubuh manusia
- Imajinasi, membayangkan peristiwa




2. Auditori
Kekuatan belajar si kecil dengan gaya ini, adalah terfokus pada penglihatan.
Ciri-cirinya:
- Gerakan bola mata sejajar dengan telinga
- Suara jelas dan kuat
- Bicara lebih sedikit
- Mengakses informasi dengan menengadahkan kepala


Cara Belajar Si Auditori:
- Membaca dengan suara keras
- Sesi tanya jawab
- Mendengarkan rekaman, bisa pula dengan merekam suaranya sendiri
- Diskusi dengan teman
- Belajar dengan mendengarkan
- Menyampaikan kembali yang dipelajari
- Belajar dengan media musik atau sambil diiringi musik
- Kerja kelompok
- Membutuhkan waktu tenang untuk memikirkan materi





3. Kinestetik
Kekuatan belajar si kecil yang memiliki gaya ini, mirip dengan Visual, yaitu melalui penglihatan.
Ciri-cirinya:
- Gerakan bola mata ke arah bawah
- Suara cenderung berat
- Menggunakan gerakan atau bahasa tubuh
- Mengakses informasi dengan melihat ke bawah


Cara Belajar Si Kinestetik
- Keterlibatan fisik, belajar sambil bereksperimen
- Membuat model atau benda-benda media belajar
- Bermain peran
- Membuat mind mapping
- Belajar sambil berjalan
- Highlighting (pewarnaan)
- Mengetahui Ambak (Apa Manfaatnya bagiku) dari yang dipelajarinya.

Orangtua bisa mengetahui gaya belajar buah hatinya dengan mengamati atau mengajaknya berbicara, lihat caranya infomasi melalui gerakan mata anak. Biasanya, seorang anak tidak mutlak hanya memiliki satu gaya belajar saja, karena ada yang menggabungkannya dari beberapa gaya.Disinilah peran orangtua untuk memerkenalkan sebanyak-banyaknya variasi cara belajar, tentunya yang menyenangkan baginya. Jika belajar menjadi menyenangkan dan mudah bagi anak, tentu ilmu yang dipelajarinya pun semakin mudah masuk ke dalam otak.





Mengenal Gaya Belajar Anak (0leh: Rahmi)

Ada lima gaya belajar yang dimiliki seorang anak, yaitu visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerakan), olfactory (penciuman), dan gustatory (pengecapan). Dari kelima gaya ini, yang paling sering digunakan adalah visual, auditori dan kinestetik. Bagaimana ciri-ciri anak dengan gaya belajar tersebut?


1. Visual.
Kekuatan belajar si kecil berdasarkan pada ingatan penglihatan.
Ciri-cirinya:
- Jika berbicara, gerakan bola matanya sering ke arah atas
- Nada suara cenderung tinggi
- Napasnya pendek (dangkal)
- Mengakses informasi dengan melihat ke atas.
- Tempo bicara cepat.Cara Belajar Si Visual:
- Lebih banyak membaca buku atau majalah
- Membuat grafik, diagram atau peta pemikiran
- Belajar dengan media komputer
- Membuat poster ringkasan pelajaran
- Flowchart, kartu kecil yang memudahkan untuk belajar dan dibawa
- Highlighting, memberikan warna-warni ceria pada catatan atau buku
- Memakai model atau benda yang terlihat, misalnya kerangka tubuh manusia
- Imajinasi, membayangkan peristiwa




2. Auditori
Kekuatan belajar si kecil dengan gaya ini, adalah terfokus pada penglihatan.
Ciri-cirinya:
- Gerakan bola mata sejajar dengan telinga
- Suara jelas dan kuat
- Bicara lebih sedikit
- Mengakses informasi dengan menengadahkan kepala


Cara Belajar Si Auditori:
- Membaca dengan suara keras
- Sesi tanya jawab
- Mendengarkan rekaman, bisa pula dengan merekam suaranya sendiri
- Diskusi dengan teman
- Belajar dengan mendengarkan
- Menyampaikan kembali yang dipelajari
- Belajar dengan media musik atau sambil diiringi musik
- Kerja kelompok
- Membutuhkan waktu tenang untuk memikirkan materi





3. Kinestetik
Kekuatan belajar si kecil yang memiliki gaya ini, mirip dengan Visual, yaitu melalui penglihatan.
Ciri-cirinya:
- Gerakan bola mata ke arah bawah
- Suara cenderung berat
- Menggunakan gerakan atau bahasa tubuh
- Mengakses informasi dengan melihat ke bawah


Cara Belajar Si Kinestetik
- Keterlibatan fisik, belajar sambil bereksperimen
- Membuat model atau benda-benda media belajar
- Bermain peran
- Membuat mind mapping
- Belajar sambil berjalan
- Highlighting (pewarnaan)
- Mengetahui Ambak (Apa Manfaatnya bagiku) dari yang dipelajarinya.

Orangtua bisa mengetahui gaya belajar buah hatinya dengan mengamati atau mengajaknya berbicara, lihat caranya infomasi melalui gerakan mata anak. Biasanya, seorang anak tidak mutlak hanya memiliki satu gaya belajar saja, karena ada yang menggabungkannya dari beberapa gaya.Disinilah peran orangtua untuk memerkenalkan sebanyak-banyaknya variasi cara belajar, tentunya yang menyenangkan baginya. Jika belajar menjadi menyenangkan dan mudah bagi anak, tentu ilmu yang dipelajarinya pun semakin mudah masuk ke dalam otak.





Tuesday, August 19, 2008

Menganalisis Resensi

Jepang dan Spritualisme Baru

(Resensator: Imam Muharam)

Buku: Kafka on the Shore, Lab. Asmara Ibu dan Anak

Pengarang: Haruki Murakami

Penganalisis: XI IPA-1 (Della Windia, Desi Damayanti, Dewi Nurhikmah, Siti Nurhamidah, Sri Herlina, dan Yayu Prihatini

1. Kekurangan

  • Tidak memiliki fotokopi atau gambar jilid luar buku sehingga kami tidak dapat melihat adanya kecocokan antara  judul buku dengan gambar jilid luar buku.

  • Tidak ada kota terbit yang jelas, yang ada hanya alamat tempat tinggal resensator.

  • Tidak ada ukuran buku

  • Tidak ada harga buku

  • Tidak terdapat ajakan kepada pembaca untuk membaca buku tersebut lebih jauhnya untuk memilikinya.


2. Kelebihan

  • Judul resensi yang dibuat resensator sangat berkaitan dengan kutipan singkat sehingga memiliki makna yang saling berhubungan secara jelas.

  • Resensator dapat menghubungkan tradisi Jepang dalam kehidupan sehari-hari dengan isi buku sehingga menimbulkan suatu pesan yang menggambarkan secara sosiologis apa yang terjadi di masyarakat Jepang.

Menganalisis Resensi

Jepang dan Spritualisme Baru

(Resensator: Imam Muharam)

Buku: Kafka on the Shore, Lab. Asmara Ibu dan Anak

Pengarang: Haruki Murakami

Penganalisis: XI IPA-1 (Della Windia, Desi Damayanti, Dewi Nurhikmah, Siti Nurhamidah, Sri Herlina, dan Yayu Prihatini

1. Kekurangan

  • Tidak memiliki fotokopi atau gambar jilid luar buku sehingga kami tidak dapat melihat adanya kecocokan antara  judul buku dengan gambar jilid luar buku.

  • Tidak ada kota terbit yang jelas, yang ada hanya alamat tempat tinggal resensator.

  • Tidak ada ukuran buku

  • Tidak ada harga buku

  • Tidak terdapat ajakan kepada pembaca untuk membaca buku tersebut lebih jauhnya untuk memilikinya.


2. Kelebihan

  • Judul resensi yang dibuat resensator sangat berkaitan dengan kutipan singkat sehingga memiliki makna yang saling berhubungan secara jelas.

  • Resensator dapat menghubungkan tradisi Jepang dalam kehidupan sehari-hari dengan isi buku sehingga menimbulkan suatu pesan yang menggambarkan secara sosiologis apa yang terjadi di masyarakat Jepang.