Optimis, semangat, dan selalu berpikir positif. Jika kita tidak mampu hidup jadi beringin yang kuat dan kokoh, jadilah saja belukar tetapi yang menyuburkan tanah. Jika kita tidak mampu hidup seperti jalan raya beraspal, jadilah saja jalan setapak tetapi yang menuju mata air.
Saturday, June 21, 2008
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Power Point
1. Menyusun Paragraf
2. Menyusun Ucapan Selamat
3. Menulis Memo dan Surat
4. Makna Denotasi dan Konotasi
5. Majas Perbandingan
6. Kata Ulang
7. Kata Kajian dan Kata Populer
8. Kata Baku dan Tidak Baku
9. Kalimat Berita Negatif dan Larangan
10. Kalimat Aktif-Fasif dan Kalimat Langsung-Tak Langsung
Selamat memodifikasi dan mencobanya!!!!
Masih ada yang memerlukan? Masih banyak..... tunggu, sedang disunting dulu.
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Power Point
1. Menyusun Paragraf
2. Menyusun Ucapan Selamat
3. Menulis Memo dan Surat
4. Makna Denotasi dan Konotasi
5. Majas Perbandingan
6. Kata Ulang
7. Kata Kajian dan Kata Populer
8. Kata Baku dan Tidak Baku
9. Kalimat Berita Negatif dan Larangan
10. Kalimat Aktif-Fasif dan Kalimat Langsung-Tak Langsung
Selamat memodifikasi dan mencobanya!!!!
Masih ada yang memerlukan? Masih banyak..... tunggu, sedang disunting dulu.
Tuesday, February 12, 2008
Menulis Slogan dan Poster
Setiap berjalan di sepanjang jalan raya, kamu pernah melihat dan tentu akan menemukan banyak tulisan, bahkan disertai gambar di pinggir jalan. Apalagi menjelang peringatan hari-hari besar, kalimat-kalimat yang bersifat ajakan dan imbauan muncul di mana-mana. Ada tulisan yang terdapat pada kain yang dibentangkan (spanduk) dan ada pula yang ditulis pada tripleks/seng besar (baliho).Apa yang kamu saksikan termasuk slogan, poster, dan iklan. Slogan biasanya berupa semboyan dengan kata-kata menarik untuk menjelaskan tujuan suatu organisasi tertentu, sedangkan poster adalah suatu kalimat menarik dan biasanya disertai gambar untuk menyampaikan informasi tertentu atau imbauan tertentu. Selain kedua hal tersebut, ada satu lagi yang bentuknya relatif sama, yakni iklan. Namun, iklan memiliki kecenderungan lebih bersifat komersial.Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih lebih mendalam untuk membuat slogan dan poster dengan (1) menentukan tujuan penulisan slogan dan poster, (2) mendaftar butir-butir yang akan dituliskan menjadi slogan dan poster, (3) menulis slogan dan poster dengan pilihan kata dan kalimat yang persuasif, dan (4) membuat slogan dan poster yang sesungguhnya.1. Menentukan Tujuan Penulisan Slogan dan PosterTujuan penulisan slogan dan poster pada hakikatnya sama, yakni mengajak atau mengimbau masyarakat untuk melakukan sesuatu yang disebutkan dalam slogan dan poster tersebut.2. Mendaftar Butir-butir yang akan Dituliskan dalam PosterMembuat poster, apalagi poster kegiatan, hendaknya memperhitungkan butir-butir yang akan ditulis. Mengingat, selain bersifat mengajak, poster juga berfungsi sebagai penyampai informasi. Oleh karena itu, setelah membaca poster tersebut para pembaca memiliki kejelasan akan maksud dan hal-hal yang berhubungan dengan isi poster itu.3. Menulis Slogan dan Poster dengan Pilihan Kata dan Kalimat yang PersuasifSesuai dengan tujuan slogan dan poster, yaitu mengajak dan mengimbau masyarakat atau khalayak ramai, penulisan slogan dan poster pun hendaknya menggunakan bahasa yang menarik dan persuasif. Agar bahasa slogan dan poster menarik dan persuasif, ada beberapa cara yang dapat digunakan, yaitu sebagai berikut.a. Menggunakan majas hiperbolaTakkan mundur barang setapak demi keamanan dan keutuhan NKRI.b. Menggunakan majas personifikasiKesadaran masyarakat bangkit keamanan terjamin.c. Menggunakan majas metaforaJaminan keamanan merupakan jembatan masuknya investor asing.d. Menggunakan rima/ persamaan bunyiIngin aman dari maling, gerakkan siskamling!
Contoh slogan:
Sekali merdeka, tetap merdeka
Sekali di udara, tetap di udara
TVRI menjalin persatuan dan kesatuan
Contoh poster:
Menulis Slogan dan Poster
Menentukan Alur Cerpen yang Dibaca
Menentukan Alur Cerpen yang Dibaca
Monday, February 11, 2008
Penggunaan Kata “kan” dalam Kalimat
Penggunaan Kata “kan” dalam Kalimat
Sunday, February 10, 2008
Belajar Membuat Resensi Buku
- 1. Pengertian dan Tujuan Resensi adalah tulisan timbangan suatu hasil karya atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam suatu karya. Resensi dapat pula diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya baik fiksi maupun nonfiksi dengan cara mengungkapkansegi keunggulan dan kelemahannya secara objektif.Tujuan penulisan resensi adalah:
- a. Menimbang agar suatu hasil karya memperoleh perhatian dari orang-orang yang belum mengetahui atau membutuhkannya.
- b. Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu hasil karya sehingga penilaian itu diketahui khalayak.c. Melihat kesesuaian latar belakang pendidikan/penguasaan ilmu pengarang dan kesesuaian karakteristik tokoh, penokohan, atau setting dengan bahan yang disajikannya.d. Mengungkapkan kelemahan suatu tuisan dan sistem penulisan atau alur suatu hasil karya.e. Memberikan pujian atau kritikan yang konstruktif terhadap bobot ilmiah atau nilai sastra karya tulis seseorang.
- Cara Membuat ResensiPada saat kita akan membuat resensi nalar kita harus siap bahwa bahan-bahan yang akan diresensi betul-belul diketahui dan dikuasai. Dengan demikian hasil resensi kita bukan hanya mengungkapkan segalasesuatu yang terdapat dalam karya tersebut, melainkan mencakup pula uraian perbandingan dengan karya-karya lain yang sejenis. Hal-hal yang harus mendapat perhatian dari seorang resentator untuk membuat resensi:a. Resentator harus bersikap objektif terhadap sesuatu yang akan diresensi dan meninggalkan sepenuhnya sikap subjektif.b. Resensator mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan diresensi.c. Resensaor harus mencoba membandingkan dengan sajian bentuk lain yang memiliki kesesuaian dengan bahan yang akan diresensi.d. Resensator harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan terarah pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan kesalahtafsiran antara resensator dengan penulis.e. Resensator harus mengungkapkan data yang diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihibung-hubungkan di antarra keduanya oleh pembaca.f. Resensaor harus menghindari interpretasi yang keliru terhadap bahan yang resensi dengan jalanmengetahul tujuan dan arah penulis karya tersebut.Bentuk resensi yang paling populer adalah resensi buku atau timbangan buku. Untuk meresensi buku pertama-tama kita harus membaca buku itu sampai selesai dan memahaminya. Setelah membaca buku tersebut kita akan dapat mengetahui bagaimana penulis buku mengungkapkan gagasannya sesuai dengan tujuan yang digariskannya.Bagian yang harus ada dalam karangan resensi adalah identitas buku, jenis buku, kutipan singkat/ikhtisar buku, penilaian resensator terhadap kualitas buku, dan ajakan kepada khalayak untuk mengetahui isi buku secara keseluruhan dengan jalan membaca atau memiliki buku tersebut.a. Identitas bukuIdentitas buku meliputi: foto copy jilid luar buku atau foto buku tersebut, judul buku, pengarang, penerbit,tahun terbit, kota terbit, ukuran buku, jumlah halaman, dan harga buku.b. Jenis BukuPada bagian jenis buku, resensator mengelompokkan jenis buku tersebut berdasarkan ciri-ciri yangterdapat di dalam buku itu. Misalnya kita mengenal jenis fiksi, nonfiksi, ilmiah, nonilmiah (hiburan), buku remaja, anak-anak, dewasa, keagamaan, psikologi, dan sebagainya.c. Kutipan Singkat atau Ikhtisar BukuBagian yang mengungkapkan kutipan singkat atau ikhtisar buku tersebut adalah bagian yang menjadi idesentral buku itu. Hal itu akan diketahui jika resensator memahami seluruh isi buku itu danmenghubungkannya dengan isi buku yang diresensi. Gambaran umum tentang isi buku pun dapat digunakanuntuk mengisi bagian buku lain, tentama gambaran yang dapat “ditangkap” oleh resensator tetapi bukanmenginterpretasi.d. Penilaian Kualitas BukuPenilaian terhadap kualitas suatu buku tentu saja bertolak dari pengungkapan beberapa bagian yang dapatdiunggulkan dari isi buku tersebut dan bagian yang melemahkan kualitas buku tersebut dengansikap/wawasan yang sangat luas dan sikap objeklivitas tinggi. Pada bagian ini dapat pula dimasukkan kritikterhadap isi buku.e. AjakanAjakan dalam resensi adalah ajakan kepada pembaca yang belum memiliki atau membaca buku tersebut.Ajakan yang dimaksud bertolak dari ungkapan kualitas suatu buku yang diharapkan dapat dibaca dandipahami bagi khalayak yang belum mengetahuinya.f. JudulResensiJudul yang digunakan untuk karangan resensi merupakan gambaran kesimpulan isi buku itu secarakeseluruhan atau ciri khas dari buku yang resensi agar tampak lebih menonjolkan eksitensi isi bukutersebut. Cara lain dalam memberikan judul resensi adalah menggambarkan suatu hal yang “kecil” tetapimempunyai citra tersendiri dari buku itu dengan argumentasi yang kuat dari resensator tentang hal yangkecil itu. Dapat dikatakan judul tulisan resensi adalah “nama” atau “julukan” yang diberikan oleh seorangresensator terhadap buku yang diresensinya.
Belajar Membuat Resensi Buku
- 1. Pengertian dan Tujuan Resensi adalah tulisan timbangan suatu hasil karya atau wawasan tentang baik dan kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam suatu karya. Resensi dapat pula diartikan sebagai suatu tulisan yang memberikan penilaian terhadap suatu karya baik fiksi maupun nonfiksi dengan cara mengungkapkansegi keunggulan dan kelemahannya secara objektif.Tujuan penulisan resensi adalah:
- a. Menimbang agar suatu hasil karya memperoleh perhatian dari orang-orang yang belum mengetahui atau membutuhkannya.
- b. Memberikan penilaian dan penghargaan terhadap isi suatu hasil karya sehingga penilaian itu diketahui khalayak.c. Melihat kesesuaian latar belakang pendidikan/penguasaan ilmu pengarang dan kesesuaian karakteristik tokoh, penokohan, atau setting dengan bahan yang disajikannya.d. Mengungkapkan kelemahan suatu tuisan dan sistem penulisan atau alur suatu hasil karya.e. Memberikan pujian atau kritikan yang konstruktif terhadap bobot ilmiah atau nilai sastra karya tulis seseorang.
- Cara Membuat ResensiPada saat kita akan membuat resensi nalar kita harus siap bahwa bahan-bahan yang akan diresensi betul-belul diketahui dan dikuasai. Dengan demikian hasil resensi kita bukan hanya mengungkapkan segalasesuatu yang terdapat dalam karya tersebut, melainkan mencakup pula uraian perbandingan dengan karya-karya lain yang sejenis. Hal-hal yang harus mendapat perhatian dari seorang resentator untuk membuat resensi:a. Resentator harus bersikap objektif terhadap sesuatu yang akan diresensi dan meninggalkan sepenuhnya sikap subjektif.b. Resensator mempunyai wawasan yang cukup luas terhadap bahan yang akan diresensi.c. Resensaor harus mencoba membandingkan dengan sajian bentuk lain yang memiliki kesesuaian dengan bahan yang akan diresensi.d. Resensator harus mencoba memberikan komentar dengan acuan yang jelas dan terarah pada bagian yang diberi komentar agar tidak menimbulkan kesalahtafsiran antara resensator dengan penulis.e. Resensator harus mengungkapkan data yang diresensi secara jelas dan lengkap agar dapat dengan mudah dihibung-hubungkan di antarra keduanya oleh pembaca.f. Resensaor harus menghindari interpretasi yang keliru terhadap bahan yang resensi dengan jalanmengetahul tujuan dan arah penulis karya tersebut.Bentuk resensi yang paling populer adalah resensi buku atau timbangan buku. Untuk meresensi buku pertama-tama kita harus membaca buku itu sampai selesai dan memahaminya. Setelah membaca buku tersebut kita akan dapat mengetahui bagaimana penulis buku mengungkapkan gagasannya sesuai dengan tujuan yang digariskannya.Bagian yang harus ada dalam karangan resensi adalah identitas buku, jenis buku, kutipan singkat/ikhtisar buku, penilaian resensator terhadap kualitas buku, dan ajakan kepada khalayak untuk mengetahui isi buku secara keseluruhan dengan jalan membaca atau memiliki buku tersebut.a. Identitas bukuIdentitas buku meliputi: foto copy jilid luar buku atau foto buku tersebut, judul buku, pengarang, penerbit,tahun terbit, kota terbit, ukuran buku, jumlah halaman, dan harga buku.b. Jenis BukuPada bagian jenis buku, resensator mengelompokkan jenis buku tersebut berdasarkan ciri-ciri yangterdapat di dalam buku itu. Misalnya kita mengenal jenis fiksi, nonfiksi, ilmiah, nonilmiah (hiburan), buku remaja, anak-anak, dewasa, keagamaan, psikologi, dan sebagainya.c. Kutipan Singkat atau Ikhtisar BukuBagian yang mengungkapkan kutipan singkat atau ikhtisar buku tersebut adalah bagian yang menjadi idesentral buku itu. Hal itu akan diketahui jika resensator memahami seluruh isi buku itu danmenghubungkannya dengan isi buku yang diresensi. Gambaran umum tentang isi buku pun dapat digunakanuntuk mengisi bagian buku lain, tentama gambaran yang dapat “ditangkap” oleh resensator tetapi bukanmenginterpretasi.d. Penilaian Kualitas BukuPenilaian terhadap kualitas suatu buku tentu saja bertolak dari pengungkapan beberapa bagian yang dapatdiunggulkan dari isi buku tersebut dan bagian yang melemahkan kualitas buku tersebut dengansikap/wawasan yang sangat luas dan sikap objeklivitas tinggi. Pada bagian ini dapat pula dimasukkan kritikterhadap isi buku.e. AjakanAjakan dalam resensi adalah ajakan kepada pembaca yang belum memiliki atau membaca buku tersebut.Ajakan yang dimaksud bertolak dari ungkapan kualitas suatu buku yang diharapkan dapat dibaca dandipahami bagi khalayak yang belum mengetahuinya.f. JudulResensiJudul yang digunakan untuk karangan resensi merupakan gambaran kesimpulan isi buku itu secarakeseluruhan atau ciri khas dari buku yang resensi agar tampak lebih menonjolkan eksitensi isi bukutersebut. Cara lain dalam memberikan judul resensi adalah menggambarkan suatu hal yang “kecil” tetapimempunyai citra tersendiri dari buku itu dengan argumentasi yang kuat dari resensator tentang hal yangkecil itu. Dapat dikatakan judul tulisan resensi adalah “nama” atau “julukan” yang diberikan oleh seorangresensator terhadap buku yang diresensinya.